Moskow – Pemerintah Rusia mengecam keras serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap beberapa fasilitas penting di Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Andrei Rudenko, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Rudenko menegaskan bahwa Rusia menolak segala bentuk intervensi militer unilateral dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan jalur diplomasi dalam menyelesaikan konflik.
Selain itu, Rusia menegaskan komitmennya untuk berperan sebagai mediator guna mendorong dialog antara Iran dan Amerika Serikat, demi menjaga stabilitas regional yang selama ini rentan terhadap konflik bersenjata.
Serangan Amerika Serikat tersebut menargetkan fasilitas nuklir Iran, yang memicu reaksi keras dari Teheran. Pemerintah Iran mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan berjanji akan memberikan respons yang sesuai.
Hubungan antara Rusia dan Iran yang erat dalam bidang energi dan kerjasama militer turut menjadi faktor penting dalam sikap Rusia yang lebih mendukung diplomasi daripada aksi militer.
PBB dan sejumlah negara Eropa juga menyerukan agar kedua belah pihak segera menahan diri dan kembali ke meja perundingan guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas.
Situasi ini menjadi perhatian dunia karena berpotensi mengubah dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang sudah lama diliputi ketegangan.
Sumber: Iranintl.com












