MUARASABAK – Di tengah agenda padat kunjungan kerja Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Juma’t 25 April 2025, ada satu momen yang tidak luput dari kamera dan memikat perhatian yaitu, sesi foto para Srikandi pendamping pejabat.
Mereka bukan sekadar pendamping. Mereka adalah wajah ramah di balik para pengambil keputusan. Istri Wakil Menteri Transmigrasi tampil dengan balutan kebaya biru lembut bermotif putih, berpadu dengan selendang songket yang jatuh anggun di bahu. Di sampingnya, istri Sekretaris Daerah dan istri Wakil Bupati hadir dalam pilihan warna yang tak kalah elok, memancarkan nuansa adat yang sarat filosofi. Sementara, sorotan mata tertuju pada sosok istri Kepala Dinas Kominfo yang mempesona dengan busana adat Melayu berwarna kuning keemasan—warna yang dalam tradisi melambangkan kemuliaan dan kebesaran hati.
Di bawah cahaya alami pendopo, mereka berpose dengan senyum penuh percaya diri. Tidak ada garis kaku protokoler. Yang tampak adalah harmoni, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Baju adat bukan sekadar pakaian, tetapi identitas.
Momen itu bukan sekadar sesi foto. Ia adalah pertemuan tradisi dengan modernitas, simbol bahwa di balik agenda formal, ada ruang untuk meneguhkan jati diri. Ketika para lelaki sibuk berbicara pembangunan, para perempuan ini menjaga agar budaya tidak tergilas oleh zaman.***












