https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?
https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?

Bangun Ekosistem Sosial yang Tangguh, Dinsos Tanjabtim Satukan Karang Taruna hingga Tagana

redaksi

MUARASABAK – Upaya membangun ekosistem kesejahteraan sosial yang lebih adaptif dan kolaboratif mulai digencarkan Pemerintah Kabupaten Tanjabtim. Dinas Sosial P3A Tanjabtim merangkul berbagai pilar sosial—mulai dari Karang Taruna hingga SDM Kesos—dalam kegiatan Pengembangan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial 2025 yang digelar di Aula Kantor Camat Muara Sabak Barat, Kamis (11/12).

Sebanyak 100 peserta dari unsur Karang Taruna, SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta relawan Tagana ikut serta dalam kegiatan yang menekankan pentingnya kekuatan kolektif dalam menangani persoalan sosial. Implementasi Permensos No. 09 Tahun 2025 menjadi dasar menyatukan peran seluruh unsur tersebut agar memiliki arah kerja yang sama.

Ketua Panitia Pelaksana, Setya Pribadi, menegaskan bahwa kompleksitas persoalan sosial tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Ia menilai forum pembinaan ini sebagai momentum untuk memperkuat pola koordinasi di lapangan.

“Masalah sosial bukan hanya tanggung jawab satu organisasi. Kita ingin Karang Taruna, PKH, TKSK, dan Tagana bergerak dengan ritme yang sama. Kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan layanan sosial yang lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Setya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Tanjabtim, M. Jakfar, S.Sos, menyebutkan bahwa sinergi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam membangun sistem sosial yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa setiap unsur memiliki kekuatan masing-masing yang jika dirajut bersama, akan menjadi ekosistem sosial yang kokoh.

“Karang Taruna punya basis massa, PKH punya sistem pendampingan keluarga miskin, TKSK kuat dalam pemetaan wilayah, dan Tagana tangguh dalam penanganan bencana. Jika semua kekuatan ini dirangkai, maka kita akan punya ekosistem sosial yang solid,” jelas Jakfar.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarpilar sosial mampu mempercepat program strategis daerah seperti penanggulangan kemiskinan dan penguatan layanan dasar. Menurutnya, satuan sosial di tingkat kecamatan dan desa akan bekerja lebih optimal apabila komunikasi terjaga dan pemahaman regulasi seragam.

Lebih jauh, Jakfar menegaskan bahwa konsistensi pembinaan adalah kunci. Evaluasi keberhasilan bukan sekadar jumlah peserta, tetapi sejauh mana hasil pembinaan diterapkan di lapangan.

“Kami mendorong agar setiap kecamatan dan desa membangun pola kerja sama yang berkesinambungan. Jangan sampai pembinaan berjalan sekali lalu hilang. Kita ingin sinergi ini terus hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Jakfar mengapresiasi pihak kecamatan serta seluruh unsur sosial yang terlibat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala demi memperkuat ekosistem kesejahteraan sosial yang kolaboratif di seluruh wilayah Tanjabtim.

banner 325x300
Penulis: EngEditor: Hendri Rosta