MUARASABAK – Tepat 20 Februari 2026, kepemimpinan Bupati Tanjung Jabung Timur Hj Dillah Hikmah Sari bersama Wakil Bupati Muslimin Tanja genap satu tahun. Banyak pihak bertanya, sejauh mana pasangan kepala daerah ini mampu mewujudkan visi Merata (Membangun Bersama Rakyat untuk Sejahtera) yang mereka janjikan saat kampanye.
Tahun pertama pemerintahan Dillah–Muslimin sejatinya tidak berjalan mudah. Bahkan sebelum resmi dilantik pada 20 Februari 2025, mereka sudah dihadapkan pada kebijakan nasional yang cukup berat.
Presiden Prabowo pada 22 Januari 2025 menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD dengan target penghematan nasional sebesar Rp 306,7 triliun. Dampaknya langsung terasa di daerah, termasuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pemkab Tanjabtim harus memangkas rencana belanja hingga Rp 87 miliar. Rinciannya, Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan dipangkas Rp 33 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) infrastruktur sebesar Rp 54 miliar ikut hilang.
Padahal, pembangunan infrastruktur – khususnya jalan dan tanggul – merupakan aspirasi utama masyarakat Tanjabtim sekaligus prioritas dalam 18 Program Prioritas Merata.
Target pembangunan tanggul misalnya. Dalam visi misi, pembangunan tanggul ditargetkan minimal 200 kilometer per tahun. Namun setelah dihitung ulang, kemampuan APBD hanya cukup membangun sekitar 60,15 kilometer.
Situasi tersebut membuat Pemkab harus melakukan berbagai pengetatan anggaran.
Namun pasangan kepala daerah ini memilih tidak menyerah. Dillah justru mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih agresif mencari program dan sumber pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
Dalam sebuah rapat besar bersama para kepala OPD, Dillah bahkan sempat menaikkan nada suaranya.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjabtim Fajar Alamsyah yang hadir dalam rapat tersebut.
“Kalau cuma melaksanakan anggaran yang ada, anak honorer atau PPPK juga bisa jadi kepala dinas,” ujar Alam menirukan ucapan Bupati Dillah saat rapat.
Menurutnya, suasana rapat sempat tegang. Namun Dillah menegaskan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan gagalnya pelaksanaan visi misi pemerintah daerah.
“Bahkan Ibu Bupati menegaskan jangan sampai efisiensi anggaran dijadikan alasan program tidak berjalan,” kata Alam.
Strategi itu ternyata membuahkan hasil. Di tengah keterbatasan anggaran, sejumlah program prioritas justru mampu melampaui target pada tahun pertama pemerintahan Dillah–Muslimin.
Salah satunya Program 1000 Kilometer Tanggul. Dari target 200 kilometer per tahun, realisasinya mencapai 357,21 kilometer atau 178,6 persen, yang tersebar di 62 lokasi.
Di sektor kesehatan, program Kesehatan Gratis juga mencatat capaian penting. Target Universal Health Coverage (UHC) yang semula direncanakan tercapai pada 2027, justru berhasil direalisasikan 100 persen pada tahun 2025.
Artinya, seluruh warga ber-KTP Tanjabtim kini dijamin akses layanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan mitra BPJS.
Capaian tersebut bahkan mengantarkan Bupati Dillah menerima UHC Awards 2026 kategori Madya, mengungguli Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berada di kategori Pratama.
Selain itu, pembangunan sarana kesehatan juga dilakukan melalui pembangunan Puskesmas Sungai Lokan Sadu, Pustu Desa Tri Mulyo, rumah dinas tenaga medis RS Pratama Rantau Rasau, serta rehabilitasi rumah dinas tenaga medis Puskesmas Air Hitam Laut.
Program Bedah 1000 Rumah juga menunjukkan progres signifikan. Dari target 200 unit per tahun, realisasi mencapai 433 unit rumah pada 2025. Artinya hampir setengah dari target lima tahun sudah tercapai hanya dalam satu tahun.
Sementara itu melalui program Bening Desaku, pemerintah membangun 71 unit sumur bor, 206 unit SPAM, serta 786 sambungan rumah dari dana DAK. Saat ini total 143.759 penduduk telah menikmati akses air minum.
Program Menyala Desaku juga berhasil menghadirkan 776 unit lampu penerangan jalan umum (LPJU) serta membangun jaringan listrik baru sepanjang 8.100 meter di Kecamatan Geragai dan Nipah Panjang melalui kolaborasi dengan PetroChina Jabung Ltd.
Di sektor pendidikan, alokasi anggaran mencapai 24,24 persen dari APBD, melampaui ketentuan minimal nasional sebesar 20 persen.
Sepanjang 2025, Pemkab Tanjabtim melaksanakan 149 paket pembangunan sarana pendidikan, termasuk pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, hingga toilet sekolah.
Janji seragam sekolah gratis juga mulai direalisasikan melalui pengadaan 10.023 stel seragam bagi siswa TK, SD, dan SMP sederajat.
Atas komitmennya di sektor pendidikan, Dillah juga menerima penghargaan dari PGRI Pusat sebagai kepala daerah yang memiliki komitmen tinggi dalam memajukan pendidikan.
Selain itu, layanan kedaruratan Call Center 112 juga langsung diluncurkan pada tahun pertama kepemimpinan mereka dan kini beroperasi 24 jam.
Di sektor ekonomi, program penguatan UMKM Naik Kelas dilaksanakan melalui pelatihan berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI), termasuk pelatihan digital marketing, live streaming, desain kemasan hingga strategi bisnis digital.
Sementara pada sektor pertanian, melalui program Gempita, produksi gabah kering hingga kuartal kedua 2025 mencapai 24.411 ton. Produksi jagung bahkan melampaui target dengan realisasi panen 407 hektare dari target 315 hektare.
Upaya peningkatan kesejahteraan nelayan juga dilakukan melalui program bantuan kapal nelayan 10 GT berbasis kelompok yang telah direalisasikan.
Di sektor telekomunikasi, jumlah titik blankspot berhasil ditekan dari 17 titik pada 2024 menjadi 8 titik pada 2025. Pembangunan delapan menara telekomunikasi baru juga dilakukan sehingga total menara kini mencapai 118 unit.
Tak hanya itu, Pemkab Tanjabtim juga berhasil memperoleh sejumlah program strategis dari pemerintah pusat, di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Geragai dan Gudang Bulog di Kelurahan Nibung Putih yang dijadwalkan dibangun pada 2026.
Di bidang tata kelola keuangan, Pemkab Tanjabtim kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas laporan keuangan daerah.
Berbagai capaian tersebut disebut tidak terlepas dari strategi jemput bola yang dilakukan Dillah–Muslimin dengan aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
Kini, setelah satu tahun berjalan, pertanyaan pun kembali muncul di tengah masyarakat:
Apakah capaian tersebut sudah cukup membuktikan komitmen janji politik pasangan Dillah–Muslimin dalam mewujudkan visi Merata bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur?












