https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?
https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?

50.000 Pasukan AS Masuk Dalam Jangkauan Rudal IRAN

redaksi

TEHERAN, — Pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan merupakan pelanggaran serius yang tidak akan dibiarkan begitu saja, Ahad 22 Juni 2025.

Komandan IRGC Dirgantara, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, menegaskan bahwa sekitar 50.000 pasukan AS di kawasan Timur Tengah kini berada dalam jangkauan rudal Iran dan rentan terhadap serangan balasan.

“Pasukan AS yang tersebar di 10 pangkalan di sekitar Iran seperti duduk di dalam rumah kaca. Jika terjadi perang, kami akan menghantam mereka tanpa ragu.”

Peringatan dari Menteri Pertahanan Iran, Brigjen Aziz Nasirzadeh, yang menyatakan bahwa jika perang dipaksa terjadi, pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan akan menjadi target utama Iran.

Stasiun TV Negara Iran menayangkan peta lokasi pangkalan militer AS di Timur Tengah dan memperingatkan Presiden AS Donald Trump secara langsung.

“Tuan Trump, Anda memulainya, kami akan mengakhirinya.”

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas serangan AS yang menurut Iran merupakan agresi tidak dapat diterima.

Iran siap pertahankan kedaulatan dengan segala cara untuk mempertahankan negara dengan cara apapun, termasuk menggunakan rudal balistik dan sistem pertahanan canggih yang dapat menjangkau wilayah pangkalan AS.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur dalam menghadapi tekanan dan ancaman militer AS, dan akan membalas jika wilayahnya diserang.

Sumber: IRNA (Islamic Republic News Agency)

banner 325x300
Editor: Eng