https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?
https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?

Dari Seragam ke Sendok Nasi, Kapolsek Mendahara Buka Warung Rakyat, Bukti Polisi Dekat dengan Kehidupan Warga

redaksi
Oplus_2

MUARASABAK – Di tengah kesibukannya menjaga keamanan wilayah, Kapolsek Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Iptu Syafriwal menunjukkan sisi lain seorang perwira polisi. Ia tak hanya hadir dengan seragam cokelat, tetapi juga dengan celemek dapur.

Lewat sebuah warung nasi sederhana bernama Rumah Makan Takana Juo di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, ia merajut inspirasi dari hal paling dekat dengan masyarakat: sepiring nasi dan secangkir kepedulian.

Warung nasi yang dirintisnya bukan sekadar tempat makan. Ia menjadikannya ruang pertemuan sosial, tempat warga berbagi cerita, sekaligus wadah membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat dalam suasana santai dan humanis. Dari balik etalase lauk, Iptu Syafriwal menyapa warga bukan sebagai aparat, melainkan sebagai sesama anak negeri.

“Usaha ini saya niatkan sebagai jalan pendekatan dengan masyarakat. Polisi tidak harus selalu hadir dalam suasana tegang. Di meja makan, kita bisa berbicara setara,”ujar Iptu Syafriwal.

Setiap hari, ia menyempatkan diri mampir, menyapa pelanggan, dan memastikan pelayanan berjalan baik. Bahkan tak jarang, ia ikut membantu menyajikan makanan atau sekadar menanyakan kabar pelanggan tetap. Pemandangan Kapolsek melayani pembeli dengan senyum lebar itu menjadi cerita yang menghangatkan hati warga Talang Babat.

Langkah ini pun menuai apresiasi masyarakat. Selain menambah pilihan kuliner, warung tersebut turut membuka lapangan kerja kecil bagi warga sekitar. Ekonomi keluarga terbantu, hubungan sosial menguat.

“Dia bukan cuma Kapolsek, tapi sudah seperti keluarga bagi kami,” ungkap Siti, salah seorang pelanggan.

Apa yang dilakukan Iptu Syafriwal menjadi contoh bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan dengan pangkat dan jabatan semata. Kadang, cukup dengan piring nasi, senyum tulus, dan kesediaan mendengar.

Di Rumah Makan Takana Juo, hukum dan kemanusiaan bersanding dalam satu meja. Dari dapur kecil di Muara Sabak Barat, tersaji inspirasi besar, bahwa menjadi polisi berarti menjadi bagian utuh dari rakyat yang dilayani.***

banner 325x300
Penulis: EngEditor: Hendri Rosta