https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?
https://tpc.googlesyndication.com/simgad/14857051581796132365?

Hj. Dillah Hikmah Sari, ST: Menakhodai Tanjung Jabung Timur di Tengah Tantangan

Satu dari 34 bupati perempuan di Sumatera, siap menggerakkan perubahan dengan program inovatif tanpa membebani APBD.

redaksi

MUARASABAK– Kepemimpinan perempuan di tingkat kabupaten bukan lagi hal langka, namun tetap menjadi sorotan. Dari 120 kabupaten di Pulau Sumatera, hanya 34 dipimpin perempuan. Salah satunya adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang kini dinakhodai Hj. Dillah Hikmah Sari, ST.

Perempuan kelahiran Jambi ini bukan sosok asing di dunia pemerintahan. Ia merupakan putri dari Drs. H. Abdullah Hich, Bupati Tanjung Jabung Timur dua periode yang dikenal berpengaruh. Namun Hj. Dillah menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan sekadar melanjutkan warisan ayahnya.

“Saya ingin meninggalkan jejak dengan karya, bukan sekadar nama besar,” katanya, pekan lalu.

Tugas yang diemban Hj. Dillah tidak mudah. Sejak awal menjabat, ia dihadapkan pada sejumlah persoalan mendasar, mulai dari pekerjaan rumah yang belum selesai hingga keterbatasan fiskal.

“Dengan kondisi APBD yang terbatas, kita harus menetapkan skala prioritas. Semua kebijakan harus berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Fokus prioritas itu, kata Dillah, meliputi perbaikan infrastruktur dasar, penguatan layanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam birokrasi.

“OPD harus kreatif, berani membaca situasi, dan mampu merespons kebutuhan masyarakat. Kalau tidak, tentu akan kita evaluasi,” tegasnya.

Pengamat kebijakan publik dan aktivis lingkungan, Ari Suryanto menilai sikap tegas ini penting untuk memastikan laju pembangunan.

“Jika OPD hanya bekerja normatif tanpa inovasi, maka daerah akan stagnan,” sebutnya.

Ia mengaku telah menyiapkan program yang bisa mendukung visi Bupati tanpa menguras APBD.

“Program ini unik dan belum pernah diterapkan di Pulau Sumatera,” tambahnya.

Dengan tekad kuat dan strategi yang terukur, Hj. Dillah berharap Tanjung Jabung Timur mampu keluar dari zona nyaman.

“Saya ingin daerah ini menjadi kabupaten yang punya daya saing, bukan sekadar bertahan,” katanya.

Kepemimpinan Hj. Dillah menjadi contoh bagaimana peran perempuan semakin signifikan dalam pemerintahan daerah. Di tengah keterbatasan, keberanian mengambil keputusan adalah modal utama.***

banner 325x300
Penulis: EngEditor: Hendri Rosta