MUARASABAK – Langkah besar mewujudkan tata kelola desa yang profesional terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Selasa (3/6), Bupati Tanjabtim Hj. Dillah Hikmah Sari resmi mengukuhkan kepengurusan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) se-Kabupaten Tanjabtim untuk masa bakti 2024–2029.
Acara yang berlangsung di Gedung PKK Komplek Perkantoran Bukit Benderang, Muara Sabak Barat, ini dihadiri Ketua PPDI Provinsi Jambi M. Nuh, Ketua PPDI Tanjabtim Supriadi, para kepala desa, perangkat desa, hingga ratusan tamu undangan.
Sebanyak 718 perangkat desa dari 73 desa dikukuhkan. Menurut Bupati Dillah, momentum ini bukan hanya seremoni, melainkan tonggak sejarah baru untuk memperkuat peran strategis perangkat desa.
“Ini saatnya perangkat desa tampil sebagai penggerak pembangunan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Jangan berhenti hanya sebagai pelaksana, tapi jadilah inovator,” tegas Bupati Dillah dalam sambutannya.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, dan solidaritas antarperangkat desa. Ia mendorong PPDI menjadi pelopor dalam mewujudkan digitalisasi pelayanan desa.
“Jangan ragu menjadi lilin kecil di tengah gelapnya tantangan. Dari nyala kecil itu, kita bisa menyalakan api harapan untuk masyarakat desa,” ujarnya penuh semangat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Tanjabtim menyiapkan program bimbingan teknis (Bintek) untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa, terutama dalam penyusunan APBDes dan pelaporan administrasi.
Plt. Kepala Dinas PMD Arie Julian Saputra menyampaikan, PPDI akan menjadi wadah strategis untuk berbagi ilmu dan inovasi. “PPDI ini bukan sekadar organisasi, tetapi jembatan aspirasi untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Tanjabtim Supriadi mengapresiasi dukungan Pemkab dan berharap ada pembinaan berkelanjutan. “Kami siap bersinergi dengan kepala desa dan BPD demi pelayanan publik yang lebih prima,” tandasnya.
Dengan pengukuhan ini, Bupati Dillah optimistis perangkat desa mampu menjadi ujung tombak pembangunan. “Desa kuat, Tanjabtim hebat!” pungkasnya.***












