MUARASABAK – Deru knalpot brong memecah kesunyian malam di kawasan perkantoran Muarasabak, Tanjung Jabung Timur. Di jalanan yang sepi, puluhan remaja memacu sepeda motor tanpa helm, menantang maut demi adrenalin. Fenomena balap liar ini bukan hal baru, tapi kian meresahkan warga.
“Kalau malam Minggu, suara knalpot bising sampai ke rumah. Anak-anak balapan sampai larut,” keluh Yuni, warga setempat. Ia mengaku cemas melihat banyak remaja mengebut tanpa pelindung diri.
Menjawab keresahan itu, Satlantas Polres Tanjabtim bergerak. Dalam Operasi Patuh Siginjai 2025, polisi tak hanya menindak pelanggar, tapi juga memanggil orang tua para remaja yang terjaring razia.
“Kami tidak ingin hanya menindak. Orang tua harus tahu anaknya ikut balap liar,” kata Kasat Lantas Polres Tanjabtim, Iptu Meiselin, Senin, 21 Juli 2025.
Patroli malam kini digencarkan di titik rawan seperti kawasan perkantoran dan jalan perkotaan. Namun, Meiselin menegaskan, peran orang tua adalah kunci.
“Kami rutin patroli malam untuk cegah balap liar. Tapi perlu dukungan orang tua agar anak tidak terlibat,” ujarnya.
Menurut Meiselin, aksi balap liar biasanya terjadi larut malam saat tak ada petugas.
“Kumpul-kumpul malam sering jadi pemicu trek-trekan. Orang tua harus lebih tegas membatasi,” katanya. Polisi pun mengimbau pembatasan jam malam bagi remaja.
Balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tapi juga mengancam nyawa. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan maut melibatkan pembalap jalanan.
“Langkah ini untuk mencegah korban jiwa dan menjaga ketertiban,” tegas Meiselin.
Upaya ini diharapkan mampu menekan balap liar yang kerap muncul di Muarasabak. Polisi mengajak masyarakat bersinergi menciptakan jalan yang aman.
“Kami tak bisa sendiri. Perlu kepedulian bersama,”ujarnya menutup pembicaraan.***












